KOMUNIKASI DALAM JARINGAN KOMPUTER

03/26/18

Computer Networks (Jaringan Komputer) adalah suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer autonomous. Dalam Bahasa yang populer dapat dijelaskan bahwa jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer dan perangkat lain seperti router,switch, dan sebagainya yang saling terhubung melalui media perantara. Media perantara biasanya berupa media kabel ataupun tanpa kabel. Jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah perangkat yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Perangkat yang dimaksud pada definisi ini mencakup semua jenis perangkat komputer (komputer desktop, laptop, smartphone, PC tablet) dan perangkat penghubung(router, switch, modem, hub). Sehingga dapat dibayangkan bahwa jika kita menyebutkan jaringan komputer (computer network), akan terdapat minimal dua buah komputer atau perangkat yang saling terhubung satu sama lain. Di dalam sebuah jaringan computer yang lebih luas, akan terdapat beragam perangkat komputer dan perangkat terhubung lainnya yang saling terhubung. Terjadi proses komunikasi dan transfer paket data di dalamnya

Proses pengiriman sebuah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya tidak akan pernah bisa terlihat, diamati, semua berjalan cepat dan tidak terlihat oleh penggunanya. Sebuah data yang dikirim dari suatu perangkat akan mengalami serangkaian proses sebelum mencapai tujuannya atau pernagkat penerima, baik itu personal komputer / PC, server, router, tablet, ataupun sejenisnya.

Dalam jaringan komputer sendiri yang berperan dalam proses pengiriman data adalah 7 OSI Layer. Semua pengiriman dilakukan secara bertahap, mulai dari Layer Aplication (Layer 7) sampai pada layer paling bawah yaitu Layer Physical. Setelah proses pengiriman selesai, barulah data tersebut terkirim melalui media transmisi seperti kabel. Ketika data tersebut sampai pada penerima, akan ada lagi proses penerimaan pada sisi penerima, mulai dari Layer Physical sampai ke Layer Aplication OSI Layer.

Pada tiap-tiap leyer atau lapisan, data yang dikirim akan dibungkus oleh protocol atau aturan aturan. Proses ini dikenal dengan istilah Encapsulation (pada sisi pengirim).

 

 

ENKAPSULASI TIAP LAPISAN DALAM PROTOKOL

Perlu kita pahami bahwa setiap data yang akan kita kirimkan ke jaringan, harus melalui sebuah proses yang disebut dengan proses data Enkapsulation. Enkapsulasi adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, juga membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Akses ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface.

Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas.Contoh sederhana proses enkapsulasi dalam proses pengiriman surat, jika sebuah surat akan dikirim namun tanpa adanya amplop, alamat dan perangko. Surat tersebut hendaknya memiliki identitas agar dapat sampai ke tujuan, jika tidak memiliki identitas maka surat tersebut tidak akan dapat sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko sama dengan enkapsulasi pada data.

Enkapsulasi

Untuk hampir semua protokol, data ditransfer dalam blok, yang disebut unit data protocol (PDU). Setiap PDU tidak hanya berisi data tetapi juga mengontrol informasi. Memang, beberapa PDU hanya terdiri dari informasi kontrol dan tidak ada data. Informasi control jatuh ke dalam tiga kategori umum :

  • Alamat: Alamat pengirim dan / atau penerima dapat diindikasikan.
  • Kode pendeteksi kesalahan: Beberapa urutan pemeriksaan bingkai sering disertakan untuk deteksi kesalahan.
  • Kontrol protokol: Informasi tambahan disertakan untuk mengimplementasikan protocol fungsi yang tercantum dalam sisa bagian ini.

Penambahan informasi kontrol ke data disebut sebagai enkapsulasi. Data diterima atau dihasilkan oleh suatu entitas dan dienkapsulasi menjadi sebuah PDU yang berisi data itu ditambah informasi kontrol. Biasanya, informasi kontrol terkandung di tajuk PDU; beberapa layer data link PDU termasuk trailer juga.

Proses enkapsulasi berbeda-beda dalam tiap layernya, berikut prosesnya :

  1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melaluiApplication layer (layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan, pada dasarnya layer ini merupakan interface antara jaringan dengan aplikasi yang digunakan user. Dapat juga disebut bahwa layer ini berfungsi untuk mendefinisikan request dari user.
  2. Kemudian data diteruskan ke layer Presentation (layer 6), yang mana layer ini bertanggung jawab dalammenentukan apakah ia perlu untuk melakukan enkripsi terhadap request ini ataupun ke bentuk lain dari translasi data. Jika proses sudah lengkap, selanjutnya ditambahakan informasi yang diperlukan.
  3. Lalu di forward ke Sessionlayer (layer 5) yang manalayer ini akan memeriksa apakah aplikasi merequest suatu informasi dan memverifikasi layanan yang direquest itu pada server.
  4. Setiap informasi yang akan dilewatkan ditambahkan header setiap turun 1 layer . Namun, pada pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Ini dikarena-kan tidak ada informasi baru yang perlu diproses.
  5. Sampailah data di Transportlayer (layer 4), memastikan bahwa ia mempunya suatukoneksi yang sudah tepatdengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk segment.Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini.Terbentuk L4PDU dari proses ini.
  6. Selanjutnya segment tersebut diteruskan keNetwork layer (layer 3), disini diterima segment-segment tadi danditambahkanalamat network untuk station yang me-request danalamatnetwork untuk server yang direquest.Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-packet, Kemudian layer Networkmembuat headerNetwork, dimana didalamnya terdapat juga alamat layerNetwork, dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, dan terbentuklah L3PDU.
  7. Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke layer Data Link(layer 2) dan paket-paket tadi diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame, salah satu contoh dalam proses ini adalah memberikan alamat MAC tujuan dan MAC address sumber yang kemudian informasi tersebut digunakan untuk membuat trailer. Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media. Seluruh informasi yanng ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request) haruscocok ke dalam ukuran 46-1500 bytedata field pada frame ethernet.Data link layer bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan.Terbentuklah L2PDU pada proses ini.
  8. Terakhir, sampailah data di layer Physical (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju destination. Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan melewatkan informasi itu ke bentukbits. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini.

LayerPhysicalini berhubungan dengan perangkat keras. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya ditransmisikan melalui media. Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik lapisanPhysical layer yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik.

Pada tiap layer terdapat LxPDU (Layer N Protocol Data Unit), dimana merupakan bentuk dari byte pada header-trailer pada data. PDU merupakan proses-proses pada setiap layer dari model OSI. Pada tiap-tiap layer juga terbentuk bentukan baru, pada layer 2 PDU termasuk header dan trailer disebut bentukan frame. Pada layer 3 disebut paket (packet). Sedangkan pada layer 4 disebut segmen (segment).

Setelah dilakukan proses enkapsulasi, lalu dikirimkan ke server dlasi. Jika pada enkapsulasi dilakukan pembungkusan, maka pada dekapsulasi akan melakukan pembukaan dari bungkus-bungkus tadi melalui layer-layer nya.

 

PERJALANAN RUTE DARI PENGIRIM KE PENERIMA

Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahan. Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui.

Salah satu contoh rute pengirim pesan dari pengirim ke penerima :

  1. Satu komputer meminta untuk mengirim data ke yang lain melalui jaringan. Pesan data mengalir melalui Layer Aplikasi dengan menggunakan port TCP atau UDP untuk masuk ke lapisan internet.
  2. Segmen data memperoleh pengalamatan logis di Internet Layer melalui protokol IP, dan data tersebut kemudian dienkapsulasi menjadi sebuah datagram.
  3. Datagram masuk ke Network Access Layer, di mana perangkat lunak akan berinteraksi dengan jaringan fisik. Sebuah frame data mengenkapsulasi datagram untuk masuk ke jaringan fisik. Pada akhir proses, frame dikonversi ke aliran bit yang kemudian dikirimkan ke komputer penerima.
  4. Komputer penerima menghapus frame, dan meneruskan paket ke Internet Layer. Layer Internet kemudian akan menghapus informasi header dan mengirim data ke layer Transport. Demikian juga, lapisan Transport menghilangkan informasi header dan meneruskan data ke lapisan akhir. Pada lapisan akhir ini data kembali utuh, dan dapat dibaca oleh komputer penerima jika tidak ada kesalahan.

 

Model Komunikasi Data

Model Komunikasi Data

  1. Source / Sumber: membangkitkan atau menentukan data untuk dikirimkan. Data dapat berupa teks, gambar, suara, video yang berbentuk digital.
  2. Transmitter / Pengirim: mengkonversi/mentransformasi data dari sumber menjadi sinyal yang dapat dikirimkan melalui sistem transmisi, contohnya data dikonversi menjadi sinyal analog sehingga bisa dikirimkan via jalur telpon.
  3. Transmission System / Sistem Transmisi: Pembawa data
  4. Receiver / Penerima: mengkonversi sinyal yang diterima menjadi data
  5. Destination / Tujuan: tujuan akhir dari pengiriman data.

 

Perjalanan Data

Perjalanan Data

 

Misalkan perangkat input dan pemancar adalah komponen dari komputer pribadi. Pengguna PC ingin mengirim pesan m ke pengguna lain. Pengguna mengaktifkan paket surat elektronik pada PC dan memasukkan pesan melalui papan kunci (perangkat input). String karakter secara singkat buffered dalam memori utama. Kita dapat melihatnya sebagai urutan bit (g) dalam memori. Komputer pribadi terhubung ke beberapa media transmisi, seperti jaringan lokal atau saluran telepon, oleh perangkat I / O (pemancar), seperti transceiver jaringan lokal atau modem. Data input ditransfer ke pemancar sebagai urutan pergeseran tegangan [g (t)] yang mewakili bit pada beberapa bus komunikasi atau kabel. Pemancar terhubung langsung ke media dan mengubah aliran yang masuk [g (t)] menjadi sinyal [s (t)] yang sesuai untuk transmisi; alternative.

Sinyal yang ditransmisikan s (t) disajikan ke media tunduk pada sejumlah gangguan, dibahas dalam Bab 3, sebelum mencapai penerima. Dengan demikian, sinyal yang diterima r (t) mungkin berbeda dari s (t). Penerima akan mencoba untuk memperkirakan s asli (t), berdasarkan r (t) dan pengetahuannya tentang medium, menghasilkan urutan bit g’ (t). Bit-bit ini dikirim ke komputer pribadi output, di mana mereka secara singkat buffered dalam memori sebagai blok bit (g’). Dalam banyak kasus, sistem tujuan akan mencoba untuk menentukan apakah kesalahan telah terjadi dan, jika demikian, bekerja sama dengan sistem sumber untuk akhirnya mendapatkan blok data yang lengkap dan bebas kesalahan. Data-data ini kemudian disajikan kepada pengguna melalui perangkat output, seperti aprinter atau layar. Pesan (m’) seperti yang dilihat oleh pengguna biasanya akan menjadi salinan persis dari pesan asli (m).

Sekarang pertimbangkan percakapan telepon. Dalam hal ini input ke telepon adalah pesan (m) dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara diubah oleh telepon menjadi sinyal listrik dengan frekuensi yang sama. Sinyal-sinyal ini ditransmisikan tanpa modifikasi melalui saluran telepon. Maka sinyal input g (t) dan sinyal yang dikirim s (t) adalah identik. Sinyal (t) akan mengalami distorsi pada medium, sehingga r (t) tidak akan identik dengan s (t). Namun demikian, sinyal r (t) diubah kembali menjadi gelombang suara tanpa ada upaya koreksi atau peningkatan kualitas sinyal. Dengan demikian, m’ bukan merupakan replika yang tepat dari m. Namun, pesan suara yang diterima umumnya dapat dipahami oleh pendengar.

 

LAYERING PROTOCOL GRAPH

TCP/IP PROTOCOL GRAPH

Protokol pada layer application   : FTP, SMTP, dan DNS

Protokol pada layer transport       : TCP dan UDP

Protokol pada layer Internet         : IP

Protokol pada layer network        : Internet, ARPANET, SATNET, Packet Radio dan LAN

 

Comments (0)

Balloons theme by
Moargh.de

Spam Blocked